Monday, November 18, 2013

bidan-bidang BK



BIDANG-BIDANG BIMBINGAN DAN KONSELING
1.      Bidang bimbingan pribadi
Membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani. Pokok bidang bimbingan pribadi:
a.       Penanaman dan pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Penanaman dan pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranan dimasa depan.
c.       Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif.
d.      Pengenalan dan pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penanggulangannya.
e.       Pemantapan kemampuan pengambilan keputusan.
f.       Pengembangan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya.
g.      Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat, baik secara brohaniah maupun jasmaniah.
2.      Bidang bimbingan sosial
Dalam bidang bimbingan sosial, pelayanan bimbingan dan konseling disekolah berusaha membantu peserta didik mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti, tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan. Pokok-pokoknya sebagai berikut:
a.       Pengembangan dan pemantapan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif.
b.      Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial, baik dirumah, di sekolah maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata krama, sopan santun serta nilai-nilai agama, adat peraturan dan kebiasaan yang berlaku.
c.       Pengembangan dan pemantapan hubungan yang dinamis, harmonis dan produktif dengan teman sebaya, baik di sekolah yang sama, di sekolah lain, di luar sekolah maupun di masyarakat pada umumnya.
d.      Pengenalan, pemahaman dan pemantapan tentang peraturan, kondisi dan tunntutan sekolah, rumah dan lingkungan serta upaya dan kesadaran unntuk melaksanakannya secara dinamis dan bertanggung jawab.
e.       Pemantapan kemauan menerima dan mengemukakan pendapat  serta berargumentasi secara dinamis, kreatif dan produktif.
f.       Orientasi tentang hidup keluarga.   
3.      Bidang bimbingan belajar
Membantu peserta didik untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan kebiasaman belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi atau untuk terjun kelapangan pekerjaan tertentu. Pokok-pokok materinya sebagai berikut:
a.       Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru dan narasumber lainnya, mengembangkan keterampilan belajar, mengerjakan tugas-tugas pelajaran, dan menjalani program penilaian hasil belajar.
b.      Pengembangan dan pemantapan disiplin belajar dan berlatih, baik secara mandiri maupun kelompok.
c.       Pemantapan penguasaan materi program belajar disekolah sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi dan kesenian.
d.      Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya yang ada disekolah, lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan kemampuan serta pengembangan pribadi.
e.       Orientasi dan informasi tentang pendidikan yang lebih tinggi dan pendidikan tambahan.    
4.      Bidang bimbingan karier
Untuk mengenal potensi diri, mengembangkan dan memantapkan pilihan karier. Pokok-pokoknya yaitu:
a.       Pengenalan terhadap dunia kerja dan usaha untuk memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
b.      Pengenalan dan pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karier yang hendak dikembangkan.
c.       Pengembangan dan pemantapan informasi tentang kondisi tuntutan dunia kerja, jenis-jenis pekerjaan tertentu, serta latihan kerja sesuai dengan pilihan karier.
d.      Pemantapan cita-cita karier sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan, serta pemantapan sikap positif dan obyektif terhadap pilihan karier.[1]

Dengan demikian tiap komponen mempunyai tugas dan fungsi masing-masing, tetapi dilaksanakan bersama-sama. Apabila salah satu komponen tidak melaksanakan, maka tujuan pendidkan tidak akan tercapai. Demikian juga dengan masalah-masalah yang dihadapi siswa, baik masalah ekonomi, sosial, pemilihan jurusan, pemilihan lapangan kerja dan sebagainya. Masalah-masalah itu hanya bisa dipecahkan melalui bidang kegiatan pemberian bantuan, melalui program layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Dengan melihat kenyataan yang terdapat disekolah, ada beberapa faktor yang menyebabkan perlunya pelaksanaan bimbingan disekolah antara lain: 1. Guru sebagai pengajar tidak mungkin dapat menyelesaikan beberapa masalah tertentu dalam pendidikan dan pengajaran. 2. Ada beberapa kegiatan dalam rangka mendidik siswa, yang harus dilakukan petugas sekolah lain yang bukan guru. 3. Antara guru dan siswa kadang-kadang terjadi konflik, hal ini memerlukan bantuan pihak ketiga untuk memecahkannya. [2]       

DAFTAR PUSTAKA
A . Hallen. Bimbingan dian Konseling.  Jakarta Selatan: Ciputat Pers. 2002.
Rohmah. Umi. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Ponorogo: STAIN PO PRESS. 2011.
Yusuf. Syamsu. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. 2009.


[1] Hallen A, Bimbingan dian Konseling, ( Jakarta Selatan: Ciputat Pers, 2002 ). 77-80
[2] Umi Rohmah, Pengantar Bimbingan dan Konseling (Ponorogo: STAIN PO PRESS, 2011). 8-10

No comments:

Post a Comment

Manfaat bawang putih untuk diet

BAWANG PUTIH Apasih bawang putih itu? Kebanyak orang mengenal bawang putih hanya sebagai bumbu dapur saja, ternyata lebih dari itu. Manf...